Penyebab umum: 1) Daya rekat ke substrat buruk sehingga terjadi delaminasi, biasanya di tepi joint. 2) Selama proses curing awal, joint mengalami deformasi berlebihan sehingga muncul retak di tengah joint. 3) Ketebalan/lebar sealant yang diaplikasikan tidak sesuai spesifikasi. Ketebalan terlalu tipis atau lebar kontak terlalu sempit dapat menyebabkan kerusakan atau kegagalan rekat saat digunakan (ketebalan terlalu tipis biasanya retak di tengah; lebar kontak terlalu sempit biasanya retak di sisi). 4) Menggunakan sealant berkualitas rendah (mis. sealant yang terlalu berminyak); setelah beberapa waktu elastisitas menurun dan retak muncul tanpa pola.
Mengapa beberapa sealant pintu dan jendela retak setelah curing?
Dari sudut pandang produsen sealant silikon, retak setelah curing sering terkait masalah adhesi, pergerakan joint terlalu besar di fase awal, dimensi joint yang tidak tepat, atau pemilihan produk yang kurang sesuai. Troubleshooting sebaiknya mengikuti spesifikasi proyek dan TDS produk.
Related Products
Recommended Sealants
GP sealant
High elasticity and displacement capacity. After curing, it forms a flexible sealing layer, with displacement bearing capacity reaching ±
View Product
PU polyurethane adhesive
View Product
SY-911
It can prevent the spread of flames and has excellent high-temperature resistance, maintaining stability in high-temperature environments and not decomposing or failing easily
View ProductNeed a custom sealant solution?
Get quotes, samples, or technical support from our team.
